Penulis:
Drs. Firdaus Syam, M.A. & Drs. Ahmad Suhelmi, M.A.
Penyunting:
Wakhid Nur Effendi
Tahun terbit:
2020 (Cetakan Kedua, Agustus 2020)
Cetakan pertama: Oktober 2004
Penerbit:
Indocamp, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan
ISBN:
978-623-252-965-6
ISBN PDF: 978-623-252-966-3
Kategori:
Biografi & Sejarah Islam
Subkategori:
Pergerakan Islam, Aktivisme Dakwah, Politik Islam & Gerakan Sosial
Bahasa:
Indonesia
Jumlah halaman:
±290 halaman
(Daftar isi menunjukkan bagian “Riwayat Penulis” pada halaman 286, diikuti bagian akhir buku; versi PDF yang tersedia terdiri atas 314 halaman karena mencakup halaman awal, materi tambahan, dan bagian non-nomor.)
Ahmad Sumargono: Dai & Aktivis Pergerakan Islam yang Mengakar di Hati Umat merupakan buku biografi yang mengulas perjalanan kehidupan, pemikiran, aktivitas dakwah, serta kiprah politik Ahmad Sumargono sebagai salah satu aktivis pergerakan Islam di Indonesia. Buku ini ditulis oleh Drs. Firdaus Syam, M.A. dan Drs. Ahmad Suhelmi, M.A., dengan kata pengantar dari Dr. Bahtiar Effendy, M.A. Pembahasan buku dimulai dari kehidupan Ahmad Sumargono sejak masa kanak-kanak hingga memasuki dunia kemahasiswaan. Bagian ini menggambarkan proses pembentukan pribadi dan perjalanan intelektual Sumargono hingga kemudian terlibat dalam aktivitas organisasi mahasiswa dan menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Pembahasan kemudian berlanjut pada keterlibatannya dalam pergerakan Islam dan politik nasional. Buku menguraikan bagaimana Ahmad Sumargono membangun jaringan umat dan terlibat dalam berbagai organisasi pergerakan, termasuk KISDI, KMJ, dan GPMI. Ia tidak hanya berperan sebagai anggota, tetapi juga disebut sebagai pendiri, perintis, dan salah satu motor organisasi-organisasi tersebut. Salah satu bagian penting buku adalah pembahasan mengenai wacana Islam dan Islam politik. Berbagai persoalan yang dibahas meliputi isu pelarangan jilbab, minuman keras dan makanan haram, penghinaan terhadap Islam, aliran kepercayaan, hubungan Islam dan negara, penolakan terhadap negara sekuler, fundamentalisme, serta gagasan mengenai syariat Islam.
Buku ini juga menguraikan kiprah Ahmad Sumargono sebagai aktivis politik dan tokoh yang terlibat dalam dinamika politik Indonesia pada masa Reformasi. Pembahasannya mencakup aksi politik menjelang Sidang Istimewa MPR 1999, respons terhadap kerusuhan, serta pandangannya terhadap pemerintahan Presiden B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati. Selain membahas aktivitas politik, buku memperlihatkan bagaimana Ahmad Sumargono membangun jaringan kekuatan umat melalui organisasi, pendidikan, komunikasi, dan aktivitas sosial. Dalam pandangannya, peningkatan kualitas umat melalui pendidikan serta pembangunan jaringan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat gerakan Islam.
Pada bagian akhir, buku membahas posisi Ahmad Sumargono di antara kalangan militer, nasionalis sekuler, elite Islam, dan pengamat Barat. Bagian ini memperluas pembahasan dari sekadar biografi personal menjadi kajian mengenai posisi seorang aktivis Islam dalam konfigurasi sosial-politik Indonesia. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berfungsi sebagai biografi Ahmad Sumargono, tetapi juga dapat menjadi bahan untuk memahami sejarah pergerakan Islam, perkembangan politik Islam Indonesia, aktivitas dakwah, pembentukan jaringan umat, serta hubungan antara Islam dan negara. Buku ini relevan bagi pembaca yang ingin mempelajari perjalanan aktivisme Islam Indonesia, khususnya dinamika gerakan Islam dari masa Orde Baru hingga era Reformasi.