Penulis:
Dr. Abd. al-'Aziz Atiq
Tahun terbit:
2025 (Edisi Juni 2025)
Penerbit:
Jim-Zam, Sumedang, Jawa Barat
ISBN:
XXXXXXXXXX
Kategori:
Bahasa & Sastra
Subkategori:
Balaghah, Retorika Arab & Ilmu Bayan
Bahasa:
Indonesia
Jumlah halaman:
188 halaman
Deskripsi:
Ilmu Bayan: Sejarah, Teori, dan Analisis Retorika Arab merupakan terjemahan dari karya Ilm al-Bayan karya Dr. Abd. al-'Aziz Atiq yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Udin Juhrodin. Buku ini membahas Ilmu Bayan sebagai salah satu dari tiga disiplin utama dalam Balaghah Arab, bersama Ilmu Ma‘ani dan Ilmu Badi‘. Ilmu Bayan ditempatkan sebagai disiplin yang mengkaji berbagai cara mengungkapkan suatu makna melalui bentuk bahasa yang berbeda, terutama melalui tasybih (perumpamaan), majaz (kiasan), isti‘arah (metafora), dan kinayah (ungkapan tidak langsung). Buku tidak hanya menjelaskan kaidah-kaidah retorika, tetapi juga menempatkan Ilmu Bayan dalam perjalanan sejarah perkembangan pemikiran dan kebudayaan Arab-Islam.
Bagian awal buku menguraikan kelahiran dan perkembangan Ilmu Bayan, mulai dari akar kesadaran retoris pada masa Jahiliah dan awal Islam, kontribusi para ahli bahasa seperti Sibawayh, al-Farra’, dan Abu ‘Ubaydah, peran kaum Mu‘tazilah dan al-Jahiz, hingga perkembangan teori Balaghah melalui tokoh-tokoh seperti ‘Abd al-Qahir al-Jurjani, al-Zamakhsyari, al-Sakkaki, Ibn Malik, Ibn al-Atsir, Yahya ibn Hamzah, dan al-Khatib al-Qazwini. Pembahasan historis tersebut menunjukkan bagaimana Ilmu Bayan berkembang dari pengamatan dan praktik bahasa menuju disiplin yang memiliki konsep, kaidah, dan metodologi yang sistematis. Setelah bagian historis, buku memasuki pembahasan teoretis mengenai tasybih, haqiqah dan majaz, isti‘arah, serta kinayah. Pada pembahasan tasybih, misalnya, dijelaskan definisi, pilar-pilar, perangkat, aspek kemiripan, berbagai jenis tasybih, tujuan penggunaannya, keindahan, serta kecacatannya.
Bagian selanjutnya memperdalam pembahasan haqiqah dan majaz, isti‘arah, serta kinayah melalui definisi, pembagian, karakteristik, dan contoh-contoh penerapannya dalam teks. Pembahasan isti‘arah mencakup jenis tashrihiyyah dan makniyyah, ashliyyah dan taba‘iyyah, serta isti‘arah tamtsiliyyah, termasuk prosedur analisis isti‘arah. Sementara itu, pembahasan kinayah mencakup kinayah sifat, mausuf, nisbat, perbedaannya dengan ta‘ridh, serta keindahan retorisnya. Salah satu kekuatan buku ini terletak pada penggunaan syawahid atau contoh-contoh dari Al-Qur’an, hadis, dan karya sastra Arab untuk memperlihatkan bagaimana teori Ilmu Bayan bekerja dalam teks nyata. Dengan demikian, buku ini tidak berhenti pada penguasaan definisi dan terminologi, tetapi juga memberikan perangkat untuk melakukan analisis retoris terhadap teks, sehingga pembaca dapat memahami hubungan antara struktur bahasa, makna, citraan, keindahan, dan daya persuasif suatu ungkapan.