Penulis:
Fauzan Alfas
Penyunting:
Fathul H. Panatapraja
Penyelaras:
Iden Robert Ulum
Tahun terbit:
2015 (Cetakan Ketiga, April 2015)
Cetakan pertama: Desember 1994; cetakan kedua: Desember 2006.
Penerbit:
Diterbitkan atas kerja sama Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Jakarta, dan Intimedia, Malang, Jawa Timur.
ISBN:
978-602-1507-34-6
Kategori:
Sejarah & Ilmu Sosial
Subkategori:
Sejarah PMII, Pergerakan Mahasiswa, Gerakan Islam, Organisasi Kemahasiswaan & Perubahan Sosial
Bahasa:
Indonesia
Jumlah halaman:
i–xx + 396 halaman
Ukuran: 15,5 × 23 cm
PMII Dalam Simpul-Simpul Sejarah Perjuangan merupakan karya Fauzan Alfas yang secara khusus merekam perjalanan sejarah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak masa embrional kelahirannya hingga perkembangan organisasi menjelang dan memasuki era Reformasi. Buku ini diposisikan sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan PMII secara historis agar generasi berikutnya dapat memahami perkembangan organisasi, dinamika perjuangan, serta perubahan orientasi gerakannya. Dalam sambutan Ketua Umum PB PMII, buku ini disebut sebagai rujukan kesejarahan PMII yang memotret perjalanan organisasi sejak awal pendirian hingga kiprahnya di tingkat nasional dan internasional. Pembahasan buku dimulai dengan embrional kelahiran PMII pada 1955–1963. Bagian ini menguraikan cikal bakal PMII, berbagai upaya yang melatarbelakangi kelahirannya, kondisi politik di sekitar pembentukan organisasi, proses kelahiran PMII, reaksi terhadap berdirinya organisasi, serta hubungan struktural PMII dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Selanjutnya, buku memasuki pembahasan masa kebangkitan PMII pada 1964–1968. Periode ini menggambarkan keterlibatan PMII dalam aksi-aksi mahasiswa, perjuangan dengan landasan Tritura, dukungan terhadap Orde Baru, hubungan PMII dengan NU dan Soekarno, serta posisi PMII dalam dunia kemahasiswaan dan kepemudaan. Buku juga membahas pasang-surut hubungan antara PMII dan HMI sebagai bagian dari dinamika organisasi mahasiswa Islam Indonesia. Bagian penting berikutnya adalah masa perjuangan hidup pergerakan pada 1970–1972, terutama berkaitan dengan perubahan posisi politik dan organisatoris PMII. Salah satu pembahasan utama adalah Deklarasi Independensi PMII di Murnajati, proses munculnya gagasan independensi, perdebatan mengenai independensi, serta berbagai reaksi dari cabang-cabang PMII. Buku kemudian menguraikan proses pembangunan citra diri dan konsolidasi organisasi pada periode 1973–1988. Pembahasannya mencakup Kongres V dan Manifesto Independen, perumusan Nilai Dasar Pergerakan (NDP), aktivitas eksternal PMII, keterlibatan dalam Kelompok Cipayung dan KNPI, konsolidasi internal maupun eksternal, serta aktivitas PMII dalam berbagai forum kemahasiswaan dan kepemudaan. Pada periode 1981–1988, buku membahas perkembangan PMII menghadapi berbagai tantangan politik dan organisasi, termasuk Kongres VII, Kongres VIII, persoalan asas tunggal Pancasila, serta penyempurnaan rumusan NDP PMII. Periode berikutnya, 1988–1994, membahas berbagai gagasan perubahan dan penataan organisasi, termasuk pengesahan NDP, wacana perubahan nama PMII, restrukturisasi organisasi, deklarasi interdependensi PMII–NU, serta implementasi prinsip interdependensi tersebut.
Buku ini juga memberikan perhatian terhadap pergeseran orientasi gerakan PMII pada dekade 1980-an hingga 1990-an. Pembahasan tersebut dilanjutkan dengan posisi dan peran PMII dalam menghadapi arus pragmatisme, upaya menumbuhkan sikap mandiri, serta kritik terhadap hegemoni dan rezim otoriter Orde Baru.Menjelang akhir pembahasan, buku menguraikan peran PMII menjelang kebangkitan Orde Reformasi, termasuk upaya mengawal perubahan politik tersebut. Setelah itu, pembahasan diarahkan pada reformulasi paradigma gerakan PMII, kesadaran kesejarahan warga PMII, konsep liberasi, rekayasa sosial, paradigma gerakan PMII, serta dasar-dasar paradigma kritis.