Penulis:
Aristoteles (Penerjemah: Dedeh Sry Handayani; Penyunting: Deddy Arsya)
Tahun terbit:
2018 (Cetakan 1)
Penerbit:
Basabasi, Yogyakarta
ISBN:
978-602-6651-98-3
Kategori:
Filsafat
Subkategori:
Filsafat Klasik & Ilmu Komunikasi
Bahasa:
Indonesia
Jumlah halaman:
410 halaman (416 hlm menurut sumber katalog perpustakaan), 20 cm
Deskripsi:
Retorika: Seni Berbicara adalah terjemahan Indonesia dari salah satu karya terbesar Aristoteles, yang oleh para pengkaji dinilai sebagai studi psikologi khalayak yang luar biasa mendalam. Dalam karya ini, Aristoteles membawa retorika naik derajat menjadi sebuah ilmu dengan menyelidiki secara sistematis efek dari pembicara, orasi, serta audiensnya. Ia memandang orator sebagai orang yang menggunakan pengetahuannya sebagai seni, sehingga retorika dipahami sebagai seni berorasi sekaligus komunikasi persuasif yang secara sengaja menghindari metode yang koersif.
Buku ini juga memuat kritik reflektif dari tradisi filsafat Yunani Klasik: Socrates, Plato, dan Aristoteles sendiri memandang retorika dan puisi sebagai alat yang kerap disalahgunakan untuk memanipulasi orang lain melalui manipulasi emosi dan pengaburan fakta, sebuah kritik yang mereka tujukan terutama kepada para sofis seperti Gorgias dan Isocrates. Sebaliknya, para filsuf dipandang sebagai pengguna retorika yang berlandaskan filsafat dan upaya pencerahan. Salah satu kontribusi terpenting Aristoteles dalam karya ini adalah menempatkan retorika sebagai salah satu dari tiga elemen kunci dalam filsafat, sejajar dengan logika dan dialektika.
Terbagi dalam tiga buku utama (Buku I, II, dan III), karya ini juga mengklasifikasikan tiga kondisi audiens dalam studi retorika, salah satunya adalah situasi courtroom speaking di ruang sidang peradilan. Sebagai fondasi sistem retorika yang menjadi batu pijakan perkembangan teori retorika dari zaman kuno hingga zaman modern, buku ini dianggap sebagai karya tunggal paling penting dalam seni persuasi, dan dilengkapi dengan biodata Aristoteles serta indeks di bagian akhir.