Penulis:
Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A.
Penyunting:
Tim INSPHISOS & Revdem
Tahun terbit:
2014 (Cetakan Kelima, Maret 2014)
Penerbit:
Institute for Philosophical and Social Studies (INSPHISOS), bekerja sama dengan Komunitas Diskusi Progressif Eye On The Revolution & Revolusi Demokratik serta Jaringan Inti Ideologis PMII
ISBN:
Tidak tercantum pada identitas buku yang tersedia.
Kategori:
Ilmu Sosial & Politik
Subkategori:
Analisis Sosial, Gerakan Sosial, Pergerakan Mahasiswa & Perubahan Sosial
Bahasa:
Indonesia
Jumlah halaman:
241 halaman
Sekolah Analisis Sosial (SAS) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII): Buku Panduan merupakan buku panduan pembelajaran yang disusun oleh Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. untuk memberikan kerangka pengetahuan dan keterampilan analisis sosial bagi kader dan aktivis pergerakan. Buku ini diterbitkan dalam konteks pengembangan pendidikan kritis dan kebutuhan intelektual gerakan sosial. Identitas buku mencatat bahwa edisi yang tersedia merupakan cetakan kelima, Maret 2014, dengan total 241 halaman. Buku ini memiliki cakupan pembahasan yang cukup luas. Materi pertama membahas paradigma ilmu-ilmu sosial dan perubahan sosial, kemudian dilanjutkan dengan dinamika perubahan sosial Indonesia. Pembahasan tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk memahami bagaimana realitas sosial terbentuk, bagaimana perubahan berlangsung, serta bagaimana berbagai paradigma sosiologi menghasilkan cara pandang yang berbeda terhadap suatu persoalan sosial.
Pembahasan kemudian diarahkan pada protes sosial, reformasi politik, dan gerakan sosial, termasuk strategi gerakan sosial dalam membaca relasi antara negara dan masyarakat. Dengan demikian, buku tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi menghubungkan analisis sosial dengan praktik gerakan dan perubahan sosial. Bagian selanjutnya memperkenalkan berbagai perspektif pemikiran, seperti Marxisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, teori kritis, serta kerangka berpikir revolusi sosial dan revolusi politik. Pembahasan tersebut digunakan untuk membantu pembaca memahami struktur sosial, relasi kekuasaan, konflik, ketimpangan, dan berbagai faktor yang memengaruhi perubahan masyarakat.
Salah satu kekuatan buku ini terletak pada pembahasan mengenai analisis sosial sebagai instrumen untuk memahami realitas masyarakat. Buku memperlihatkan bahwa paradigma yang digunakan seseorang akan memengaruhi cara memahami realitas sosial, teori perubahan sosial yang digunakan, metodologi penelitian, hingga pilihan pendekatan dalam melaksanakan program pengembangan masyarakat atau aksi sosial. Buku ini juga membahas peta dan langkah praksis analisis sosial, studi dasar advokasi, manajemen dan resolusi konflik, analisis wacana media, serta model analisis wacana Teun A. van Dijk. Selain aspek teoritis, terdapat pula materi praktis mengenai agitasi, orasi, propaganda, teknik dan manajemen aksi massa, lobi, negosiasi, serta pengorganisasian masyarakat (community organizing).
Dalam rancangan pembelajarannya, SAS menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan andragogi dan perpaduan model experiential learning. Proses pembelajaran dirancang secara partisipatoris melalui kegiatan seperti brainstorming, diskusi kelompok, presentasi, focus group discussion (FGD), kajian teori, dan studi kasus. Buku ini juga memperlihatkan perbedaan antara pendekatan karitatif, reformatif, dan transformatif dalam memahami perubahan sosial. Dalam kerangka transformatif, persoalan sosial dilihat berkaitan dengan struktur yang tidak adil, sehingga penyelesaiannya diarahkan pada pengorganisasian masyarakat, pendidikan politik, gerakan sosial, advokasi kebijakan, dan transformasi struktural.